
Untuk pertama kalinya, Amerika Serikat melakukan serangan langsung terhadap kapal kartel narkoba di Samudra Pasifik, menurut pernyataan dari Sekretaris Perang Pete Hegseth.
Menurut Hegseth, serangan tersebut dilakukan atas instruksi langsung Presiden Donald Trump dan merupakan bagian dari strategi baru yang diperluas untuk memerangi perdagangan narkoba internasional. Otoritas AS kini secara resmi mengklasifikasikan kartel besar sebagai “organisasi teroris.”
Kapal tersebut diidentifikasi milik kelompok yang terlibat dalam perdagangan narkoba di Pasifik timur dan dihancurkan di perairan internasional. Dua penyelundup narkoba berada di atas kapal saat operasi dan tewas dalam serangan tersebut.
Senjata yang digunakan belum diidentifikasi secara resmi, tetapi sumber militer menyebutkan bahwa kemungkinan itu adalah rudal Hellfire berpresisi tinggi atau bom berpemandu laser yang diluncurkan dari drone.

Kebijakan baru dalam perang melawan narkoba
Insiden ini terjadi beberapa minggu setelah Angkatan Darat AS menghancurkan kapal selam penyelundup narkoba di Laut Karibia yang menuju ke Benua Amerika. Pada 3 Oktober, pasukan AS juga telah mengonfirmasi penghancuran empat kapal penyelundup narkoba di wilayah yang sama.
Pemerintah AS menyatakan bahwa operasi-operasi tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih agresif untuk menghadapi perdagangan narkoba laut dan kelompok yang terlibat di dalamnya. Menurut Pentagon, semua operasi dilakukan di wilayah yurisdiksi internasional dan menargetkan organisasi yang “meracuni rakyat Amerika dengan obat-obatan terlarang.”
Yesterday, at the direction of President Trump, the Department of War conducted a lethal kinetic strike on a vessel being operated by a Designated Terrorist Organization and conducting narco-trafficking in the Eastern Pacific.
The vessel was known by our intelligence to be… pic.twitter.com/BayDhUZ4Ac
— Secretary of War Pete Hegseth (@SecWar) 22 Oktober 2025
Kontroversi dan kritik
Meskipun sebagian masyarakat AS mendukung kebijakan ini, banyak analis dan pakar hukum yang memperingatkan adanya dampak hukum dan etika dari penggunaan kekuatan militer terhadap kelompok non-negara yang diklasifikasikan sebagai teroris.
Media seperti Wall Street Journal menuntut agar Pentagon memberikan penjelasan resmi dan transparan atas tindakan ini, yang menandai perubahan besar dalam pendekatan Washington terhadap perdagangan narkoba internasional.
Sumber dan gambar: Sekretaris Perang Pete Hegseth | X @SecWar. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
